Isnin, 21 Disember 2015

I Love You More Than I Love Myself ( part 4 )

di lanjut part 4...


     Rio masuk ke dalam kamarnya yang berada di lantai dua sebelah dengan kamar adiknya.Rio membanting pintunya dan membuat orang yang berada di dalam rumah tersebut harus menutup kuping mereka supaya gendang mereka tidak pecah dikarnakan Rio yang berusan membanting pintu kamarnya.

Tokk...tokk...tokk...

Ketukkan pintu kamar Rio membuat pemilik kamar itu menutup kupingnya dengan bantal.Mama dan papa Rio hanya terus memanggil Rio sambil terus mengetuk kamar anaknya.

"Rio bukain dong pintunya...mama sama papa minta maaf...bukain pintunya dong sayang..."kata mama Rio yang memohong kepada Rio untuk buka pintu.

"Rio bukain dong pintunya..."ujar papa Rio.

"Udahlah mah pah...daripada harus tunggu dia buka tu pintu mending kita makan dulu...Ray udah lapar ni..."ucap anak tersebut yang ternyata Ray adik kepada Rio.keluarga Haling hanya mempunyai dua orang anak sahaja iaitu Rio dan Ray.

<<<<<<<>>>>>>>

    Rio sedari tadi hanya memikirkan perkataan yang beberapa jam lalu sewaktu berada di depan kamar Ify, di dalam kamar Ify dan di ruang keluarga rumah Ify.

'Iya Debo emang pacarnya Ify sejak kamu tinggalin Ify.Debo lah yang temenin Ify, jagain Ify, hantar Ify pulang dan Debo nyatain cinta dia buat Ify dan Ify dengan senang hati terima Debo..'

Kata-kata tante Gina yang beberapa jam yang lalu masih terlintas di pikiran Rio membuat Rio teriak frustasi."Ahhhh....sialll lo Debo...awas lo Debo Andryos Arianto...gue bakal balas dendam terhadap lo..."ujar Rio yang sedari tadi frustasi dengan ucapan tante Gina yang masih ada di pikirannya.

*Kamar Ify*

      "Fy kamu udah sehatan?"tanya Debo yang dari pulang sekolah sampai hampir jam 6 sore masih setia temenin Ify.

"Udah sehatan dikit kok...lo tenang aja ya...oh yaudah mending kamu pulang dulu ya...udah mau sore nanti nyokap sama bokap lo nyari lo lagi..."ujar Ify.

"Yaudah aku pulang dulu ya sayang...jaga kesehatan kamu, jangan bikin aku takut kayak pagi tadi ya..."ujar Debo langsung mencium kening Ify.Ify hanya tersengih-sengih mengigatkan waktu Debo terlalu panik.Debo langsuk keluar dari kamar Ify dan langsung pulang kerumahnya.

Ify pusingkan badannya sampai menghadap ke jendela kamarnya baru saja ingin memejamkan mata tiba-tiba dia teringat akan gelang yang diberikan Adit vs Rio.Dengan segera Ify berlari kearah lemarinya yang tidak jauh dengan kasurnya.Ify terus saja mencari gelang tersebut.Setelah jumpa Ify kembali ke atas ranjangnya.

Ify melihat gelang tersebut yang tertulis 'ADIT&FIKAH' tanpa tidak disedari setetes mutiara jatuh dari kelopak mata Ify.Ify menangis sambil melihat gelang persahabatannya dengan Adit vs Rio.

"Gue kangen sama lo..."ujar Ify lirik sambil mengusap air matanya.

Seketika ada sebuah ketukkan pintu menyedari Ify.Ify langsung merubah posisinya yang tadi baring kini menjadi duduk setelah dia menyuruh orang yang barusan mengetuk pintu kamarnya.Ify melihat siapa yang masuk kedalam kamarnya dan ternyat kakaknya Lintar.

"Hey...kamu kenapa?kok nangis..."ujar Lintar sambil mengusap air mata Ify yang sempat jatuh.Dengan segera Ify langsung menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukkan kakaknya.Lintar masih bingung dengan Ify yang memeluknya dengan tiba-tiba dia pun membalas pelukkan adiknya.Lintar dapat merasakan pakaiannya di bahagian dadanya basah dan dia dapat pastikan kalo Ify nangis.Lintar mengelus-gelus pingang Ify untuk menenagkan Ify.

"Kamu kenapa nangis Fy?"tanya Lintar yang masih mengelus pingang Ify.

"Ify kangen Adit.."ujar Ify lirik.
"Tadikan Adit ada datang.."kata Lintar.

"Tapi Ify usir dia kak...Ify gak sanggup lihat dia kak...dia udah jahat sama Ify...hiks...hiks...dia udah ningalin Ify tanpa pamit kak...Ify sedih kak...hiks...hiks..."ujar Ify yang masih menangis.

Lintar yang mendengar setiap perkataan yang dilontarkan adiknya pun merasa kasihan dengan adiknya udah adiknya masih belum sembuh.

"Udah ya..kamu jangan nangis lagi dong...masa adik kakak yang cantik ini nangis..."ujar Lintar yang sudah melepaskan pelukkannya dengan Ify dan langsung mengusap Air mata Ify dengan lembut dan penuh kasih sayang membuat Ify senyum kearahnya.

"Yaudah yuk makan mama sama papa udah tunggu di bawa, menunggu putrinya yang cantik bak bidadari..."goda Lintar membuat Ify malu, dengan gerakkan cepat Ify menggambil bantalnya dan baling kearah Lintar dan dengan secepat kilat Lintar dapat menangkap dan tersenyum kemenangan.Lintar langsung menghulurkan tangannya untuk bawa Ify turun ke bawa dengan senang hati Ify menerima huluran tangan Lintar.

<<<<<<<>>>>>>>

"Putri mama udah turun juga...gimana udah baikan?"tanya mama Gina.

"Udah kok mah.."jawab Ify dan langsung mengambil pinggannya dan menuangkan nasi dan lauk yang sudah terhidang di atas meja.

Selesai makan Ify kembali ke kamarnya untuk istirehat kerana sewaktu makan Ify merasa kepalanya pusing banget.

'Kenapa gue kayak pengen telefon Rio ya..'ujar Ify dalam hati."Apa gue telefon aja...ah   gue telefon ajalh..."ujar Ify dan langsubg manggambil hpnya yang ada di atas naskas sebelah ranjangnya.

Ify mengetik angka nombor setelah itu dia menekan butang hijau.

*Kamar Rio*

    Rio hanya frustasi dengan kata-kata tante Gina yang boleh membuatnya gila setengah mati.Rio cuba untuk tidur dengan memejamkan mata.

drttttt....drttttt.....drttttt....

Bunyi hp Rio membuat Rio harus membuka matanya dan menggambil hpnya di atas nakas disampingg ranjangnya.Betapa kagetnya Rio bila melihat nama yang tertera di situ adalah 'IFY ALYSSA'.Rio langsung menekan tombol hijau dan menjawab panggilannya.

"Hello...ada apa lo nelefon gue malam-malam"tanya Rio dengan nada datar.

'.......'

"Gue gak butuh maaf lo...dan jangan gangu gue...gue gantuk..."

'.......'

tuuutttt...tuuuttt...

Rio memutuskan sambungannya dengan Ify.Dia merasa bersalah bahkan dia tidak sadar kalo yang nelefonya adalah Ify."Ahhhh....kenapa  lo tu bodoh banget sih Riooooo...lo tuh udah tau kalo yang nelefon lo itu Ify....kenapa sama diri gue sih..."ujar Rio yang frustasi. Kali ini udah berapa kali Rio frustasi dikarnakan dengan kata-kata tante Gina. Bilang ke gue siapa yang frustasi bila tau kalo ada orang lain mencintai Ify bahkan Rio juga cinta sama Ify sejak kecil lagi....

*Kamar Ify*

     Ify menunggu orang diseberang sana menggangkat panggilannya dan Ify dapat mendengar suara di seberang sana dan itu membuat Ify tersenyum kerana panggilannya di angkat juga. Seketika senyum Ify pudar bila mendengar suara orang yang diseberang sana menggunakan nada datar. Terasa ingin sekali Ify menangis tapi dia hanya bisa tahan air matanya supaya tidak jatuh.

'Hello...ada apa lo nelefon gue malam-malam'ujar orang yang berada di seberang sana.

Ify merasa susah untuk mengeluarkan suarnya bila mendengar suara Rio yang sangat datar.

"Gue mau minta maaf sama lo kar..."ucapan Ify terpotong dengan ucapan Rio.

'Gue gak butuh maaf lo...dan jangan gangu gue...gue gantuk...'ucap orang yang diseberang sana.

"Tapi yo..."

tuuutttt...tuuuttt...

Ucapan Ify terpotong bila mendengar sambungannya dengan Rio sudah terputus.

Malam itu Ify menangis sejadi-jadinya.Lintar yang mendengar Ify menangis pun masuk ke dalam kamar Ify.Dengan segera Ify mengusap air matanya dengan kasar supaya tidak ketahuan kalo dia lagi menangis.

Lintar duduk disamping Ify yang berada di atas ranjang.

"Udahlah kamu gak usah buat kayak biasa...bahkan kakak tau kalo kamu lagi nangis...udahlah...mungkin dia lagi capek Fy..dia juga butuhkan istirehat yang cukup..."ujar Lintar sambil mengelus ramut panjang Ify dengan lembut dan penuh kasih sayang. Tanpa angin, tanpa hujan, tanpa ribut Ify langsung memeluk kakaknya dengan erat.Lintar yang udah terbiasa dengan sikap Ify yang tanpa angin dan tiba-tiba memeluknya dengan tanpa beban Lintar membalas pelukkan adiknya.Lintar menggelus punggung adik nya untuk menenagkan adiknya setelah dia merasakan bahu Ify turun naik.

Setelah marasa Ify sudah tenang Lintar melepaskan pelukkannya dan melihat adiknya sudah tidur dengan perlahan-lahan Lintar membaringkan Ify ketempat tidurnya dan Lintar mengelus dahi Ify dan mencium kening Ify dengan kasih sayang seorang kakak. Setelah itu Lintar keluar dari kamar Ify menuju ke kamarnya.

<<<<<<<>>>>>>

    Pagi ini Ify berangkat ke sekolahnya dengan biasa. Sesampai di depan kelasnya XII IPS 1. Ify dapat melihat sahabat-sahabatnya yang memasang muka suram sahaja. Ify mendekat kearah ketiga sahabatnya dan duduk di samping Agni.

"Kalian lagi mikirin apa sih...semua kok pada pasang muka suram gitu..."tanya Ify.

Tanpa mereka sadar merka jawab."Kita kangen If...."ucapan mereka bertiga terhenti dan mereka baru sadar dengan secepat kilat Agni pandang kesampingnya, Shilla dan Sivia pandang kebelakang dan betapa kagetnya mereka melihat siapa yang ada Disamping Agni dan di belakang Shilla dan Sivia.Mereka menggosong mata mereka supaya apa yang mereka lihat itu cuma halusina sahaja. Ify sudah tentu bingung melihat teman-temannya. Setelah mereka bertiga selesai mengosok mata mereka, merka bertiga melihat sekali lagi dan bertapa kagetnya mereka kalo benar itu adalah Ify yang ada di depan mata mereka.

Dengan senang hati mereka bertiga berpeluk dengan Ify dengan sangat erat.Setelah itu mereka melepaskan pelukkan mereka masing-masing.

<<<<<<<<>>>>>>

     Rio dkk baru sahaja masuk kedalam kelas dan betapa kagetnya mereka melihat ada Ify yang sedang duduk manis di tempat duduk Ify.

"Elo Ify ya...??"tanya Cakka dengan ragu tajkut-takut orang yang dia tanya tadi tersalah orang.

"Iya iyalah gue Ify masa gue sih Oik pacar lama lo..."ujar Ify yang kesel dengan Cakka.Mereka semua merasa senang saat di depan mata mereka adalh Ify tapi tidak dengan Rio dia hanya biasa-biasa saja.

"heheeh...eh lo tau darimana kalo Oik itu pacar lama gue setelah gue putus sama Agni??"tanya Cakka kepada Ify.

"Gini..."

#flashback#

      "Ag...lo kok bisa kenal sama Cakka duluan dari kita??"tanya Ify kepada Agni.

"Gue itu udah kenal sama dia sejak kita duduk di bangku SMP.."jawab agni.

"Terus kok lo sombong banget sih sama Cakka??"tanya Ify lagi.

"Gue sombong sama Cakka karna dulu kita pacaran terus dia putus sama gue dan dia pacaran sama Oik pacar barunya...dan yang paling bikin gue muak lagi saat di pindah sekolah ke sini...tapi kemaren gue sama Cakka udah baikkan kok dan gue juga udah balikkan jadi pacarnya Cakka gitu.."jelas Agni panjang lebar.

Ify, Sivia dan Shilla hanya meng 'oh' kan saja sambil mengganguk menandakan mereka baru faham.

#flashbak end#

"......gitu..."jelas Ify panjang lebar dan membuat Cakka, Alvin dan gabriel hanya meng 'oh' kan juga tanda mereka juga baru faham.tapi Rio hanya dia di tempat duduknya sambil mengfokuskan dirinya dengan hp. Ify yang melihat rio seperti itu pun mendekat ke Rio dan semperin rio.

"Haiii... yo..."sapa Ify

"......."tiada jawaban.

"Lo udah sarapan??kalo belum kita sarapan bareng yuk..."ujar Ify.

"......."lagi-lagi tiada jawaban dari Rio.

"Yo...kamu kenapa??"tanya Ify

"......"lagi, lagi dan lagi tiada jawaban dari Rio.

"Yo kamu kenapa...??"tanya Ify lagi yang udah kesel kerna dari tadi Rio tidak menjawab sapaannya dan jawabannya.

"RIO.."kali ini Ify teriak di telinga Rio dan membuat Rio menampar Ify tanpa sadar. Yang lain yang melihat itu pun menutup mulut dengan kedua telapak tangan mereka menandakan mereka semua kaget melihat Rio menampar pipi Ify dengan keras.

"Lo kalo gak gangu gue gak bisaa apa...dari semalam lo itu gangu gue mulu...mending lo berambus aja dari sini sekalian sekolah sama pacar lo si Debo tu...rimas tau muak gue lihat muka lo disin..."bentak Rio kepada Ify. Teman-teman Ify tidak percaya dengan perubahan Rio yang dratis.

Ify sudah tidak dapat membendung lagi air matanya dia langsung mengamil tasnya dan keluar dari kelas itu.Teman-teman Ify langsung kejar Ify ternyata mereka melihat Ify sudah sampai di depan gerbang sekolah untuk keluar dari kawasan sekolah dengan lari sekencang mugkin.

Critttttt.......

Ahhhhhh!!!!!!!!!!!

BRAKKKKKK!!!...

Tanpa mereka duga Ify tertabrak dengan truk besar yang lalu di depan sekolah Golden Stars.Teman-teman Ify langsung berlari kearah Ify bahkan Pak Satam pun kaget melihat itu langsung berlari kearh Ify.Ketiga sahabat Ify menangis kerana melihat Ify seperti itu denga lunuran darah yang begitu banyak yang keluar. Semua siswa/i melihat kejadian itu dan bertapa kagetnya semua siswa/i melihat orang yang paling pintar di sekolah ini bahkan menggap Ify adalh idolah mereka tertabrak dengan sebuah truk besar.

Sivia berlari sekencang mungkin menuju kekelasnya dan dia melihat CRAG yang sedang berbual-bual langsung kemereka berempat.

Mereka kaget dengan Sivia yang tiba-tiba muncul dan yang paling membuat mereka kaget melihat Sivia menangis dan baju seragan sekolah Golden Stars milik Sivia penuh dengan darah.

"Kamu kenap Via sayang kok jdi kayak gini??"tanya Alvin yang khawatir melihat Sivia seperti itu.

"Alvin sekarang bukannya masa hiks..hiks...buat lo hiks...khawatirin gue..."ujar Sivia yang masih menangis.

"Gimana aku gak khawatir dengan kamu Via kalo kamu nangis terus ada darah segala di serangam kamu..."ujar Alvin yang masih khawatir dengan Via.

"gue datang ke kelas cuma mau gasih tau kalo Ify kecelakaan di tabrak sam truk besar...hiks....hiks..."ucap Via yang masih dalam keadaan menangis.

Mereka semua membulatkan mata mereka tidak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar.

"Kok bisa?"tanya Rio.

"Ini semua juga kerana lo Yo...hiks...hiksss...lo yang suruh Ify berambus dari sekolah sini lo yang usir Ify dari sekolah sini...hiks....hikssss....lo sadar gak sih apa yang lo lakuin...hiksss.hiks...hiks....lo sadar gak ha???!!!"ucap Via sambil menangis.

Sivia langsung keluar dari kelas menuju lokasi kemalangan dan dikuti dengan empat pria iaitu Rio, Alvin, Cakka, dan Gabriel.Sesampai di lokasi kemalangan dab betapa kagetnya mereka berempat melihat Ify yang sudah penuh dengan darah yang banyak.

<<<<<<<<>>>>>>>

   Sesampai di rumah sakit, Ify langsung di bawa ke ruang UGD. Mereka bertujuh hanya bisa menunggu Ify dari luar ruang UGD. Shilla sudah menelefon bokapnya bahawa dia Agni, Sivia, Rio, Alvin, Cakka dan Gabriel tidak masuk sekolah kerana pergi ke rumah sakit dikaranakan barusan Ify kecelakaan di depan gerbang sekolah.

Agni menelefon nyokap Ify bahawa segera ke rumah sakit kerana Ify masuk rumah sakit. Dan itu membuat mama Ify jatuh lemas.

Setelah mama, papa dan kakak Ify sudah sampai di rumah sakit mereka terus keruang UGD. Mereka melihat di sana sudah ada teman-teman Ify yang masih menunggu dokter keluar dari ruamg UGD.

"Anak-anak...gimana sama keadaan Ify??"tanya tante Gina mamanya Ify kepada teman-teman Ify.Mereka semua hanya mengangkat bahu mereka dan menggelengkan kepala mereka dengan lemas.Mama Ify sudah menangis ketika itu.

30 minit mereka tunggu dan akhirnya seorang dokter dan dua orang suster keluar dari ruang UGD.

"Dokter gimana sama anak saya dok??"tanya tante Gina.

"Anak ibuk kehabisan darahnya dan kita harus memuat pendermaan pendarahan kerana stok untuk pendarahan darah O sudah kehabisan disin"jelas dokter tersebut membuat tante Gina jatuh lemas.

"Dokter saya kakaknya Ify dan darah saya adalah darah O dokter bisa ambil darah saya aja.."ujar Lintar kepada dokter itu.

"Baiklah kalo begitu mari ikut keruang saya.."ujar dokter itu. Lintar hanya menggangukkan kepalanya dan ikut dokter itu keruangannya untuk membuat periksa darah.

"Baiklah darah anda memang darah O jadi minggu hadapan anda harus datang lagi untuk membuat periksa darah sekali lagi...dan anda bisa lihat adik andak setelah dia dipindahkan di ruangan biasa dan adik anda mengalami koma..."jelas dokter itu dan membuat Linta kaget seketika.


"Yaudah dok makasi ya...permisi..."ujar Lintar langsung keluar dari ruang tersebut.

<<<<<<<>>>>>>>

   "Lintar gimana??apa yang dokter cakap kan??"tanya tante gina.

"Kita bisa lihat Ify setelah Ify dipindahkan keruangan biasa...tapi..."ucapan Lintar tergantong seketika.

"Tapi apa kak??"tamya Agni.

"Ify megealami koma."jawab Lintar dengan nada lemas.Tante Gina sudah hampir jatuh lemas untuk saja ada om Hanafi yang membantu tante Gina berdiri semuala.


*BERSAMBUNG...*

gimana ceritanya??seru??hancur??gpp deh yang penting kalian udah baca dan jgn lupa tinggalkan commenter kalian diruangan yang disediakan..

cek my twitter and facebook :_

twitter     : @zieqahtj_BFFE
facebook : Nurul Haziqah




Tiada ulasan:

Catat Ulasan