Haiii....disambung part 2....
"Pah mending jangan gomong dulu kalo Ify itu adalah Fikah..."ujar mama Rio yang berbisik dengan papa Rio."Kok gak bisah sih?ini kan peluang buat Rio balik lagi ke Ify.."ujar papa Rio yang agak tidak setuju dengan saran mama Rio."Pah mending kita gak kasi tau dulu ini perjanjian kita untuk membuat mereka berdua ingat kembali siapa Adit dan siap Fikah..sama ada mereka kenal atau gak..kita lakuin ini juga kerna kita sahabat kepada orgtuanya Ify juga.."ujar mama Rio yang masih berbisik."iya juga ya...yaudah pokoknya kita simpan rahsia kita dulu.."ujar papa Rio yang masih berbisik dan setuju dengan saran mama Rio."Kalian berdua kok malah berbisik..."ucap Rio yang sebel dengan orgtuanya yang dari tadi berbisik mulu."Engak kok Yo cuma tentang kerja..mendingan kamu tidur aja sono esok mau sekolah lagikan.."ucap papa Rio."yaudah Rio masuk dulu mah pah..night.."ucap Rio sambil menciuma tangan mama dan papanya.
<<<<<<<>>>>>>>
Pagi ini ada seorang gadi yang cantik sedang bersiap buat ke sekolah.Gadis ini memang selalu bangun lebih awal gadis ini selalu bangun sebelum masuknya azan Subuh berkumandang.Jam dinding kamar gadis ini sudah menunjukkan pukul 5:30.Gadis ini merasa dirinya sudah bersiap untuk ke sekolah pun bergegas keluar dari kamar dan turun ke dapur untuk membuat sarapan pagi.
"Non Ify!"panggil Bik Imah pembantu dirumah ini.Ify yang merasa namanya dipanggil langsung mengalihkan pandangannya ke sumber suar dan Ify memberikan senyuman yang manis kepada pelakunya siapa lagi kalo bukan Bik Imah yang memanggilnya tadi."Non Ify selalu bangun lebih awal dari bibik ya..terus susah-susah bikin sarapan pagi buat semua orang.."ujar Bik Imah."Gapapa kok bik Ify memang suka kayk gini..Ify kan gak mau repotin bibik..biar kalo sarapan biar Ify yang bikin..nanti kalo Ify udah berangkat sekolah baru bibik bisa lakuin kerja-kerja rumah ya.."ujar Ify dengan sopan.Ify sudah menganggap Bik Imah sebagai neneknya.Keluarga Ify memang sangat baik malahan orgtua Ify selalu anggap Bik Imah dan Pak amin sebagai org tuanya yang ketiga.Pak Amin adalh supir Ify manakala Bik Imah adalah pembantu Ify.
"Ehemmmm..."deheman itu membuat dua insan ini kaget dan mencari sumber suara tersebut dan bertapa kagetnya mereka melihat papa Ify sudah duduk manis di ruang meja makan."Ehh..papa bikin kaget aja.."ujar Ify yang agk kesel dengan papanya setiap hari bikin kaget."Bik sini makan sekali sama kita sekalian ajak tu Pak Amin makan sekali.."ajak bunda Ify dan dapat angukan dari papa Ify dan Ify."Gapapa puan tuan Ify..bibik makan nanti aja ya.."ujar bibik yang ingin langusung pergi dari situ kerana setiap hari Bik Imah merasa malu bila harus makan bareng majikannya."Bik makan dong sama saya,Gina sama Ify sekalian ajak Pak Amin..saya dan Gina kan udah angap Bik Imah sama Pak Amin kayak orgtua kita dan Ify sudah angap kalo Bik Imah seperti neneknya.."ujar Hanafi papa Ify."iya udah kalo puan tuan sama non udah maksa bibik mau bagaimana lagi..yaudah bibik panggil Pak Amin dulu ya.."pamit Bik Imah dan dapat angukan dari Ify dan kedua orgtuanya.
"Pah mah Ify berangkat dulu ya...asalammualaikum.."pamit Ify sambil salam kedua orgtuanya dan tak lupa juga Bik Imah."yaudah kamu berangkat dulu nanti telat lagi..wa'laikum salam.."ucap mama dan papa Ify berbareng.
*SMA Golden Stras*
Ify baru sahaja sampai sekolah terlihat masih sepi soalnya Ify berangkat terlalu pagi.Ify dihantar sama supirnya.ify baru sahaja mau masuk kedalam kawas sekolah tiba-tiba ada sebuah motor sport berwarna merah melaju dan masuk ke parkiran.Ingin sekali Ify marah tapi tidak bisa.Ify pun tidak menghiraukannya dengan santai Ify masuk kawasan sekolah dengan santai menuju ke kelas seperti tiada yang berlaku.
"hai Fy..pagi.."sapa seseorang. Ify yang merasa namanya di sebut pun memberhentikan langkahnya dan melihat kebelakang dan ternyata Rio yang sapanya barusan tadi."Pagi..Yo.."balas Ify dengan ramah."Kita kekelas bareng yuk.."ajak Rio."yaudah yuk lagian kitakan satu kelas.."balas Ify ramah dan setuju dengan ajakkan Rio.Mereka masuk kekelas dan ternya kelas masih kosong hanya ada mereka berdua.
"Oh..iya Fy semalam kok teman lo galak banget sama teman gue sih Cakka.??"tanya Rio yang merasa heran.Ify hanya mengangkat bahu menandakan dia juga tidak tahu."Gak tahu gue..semalam gue sama teman-teman tanya tentang Cakka kepada Agni nah malah kita dimarahin sama Agni.."ucap Ify yang merasa kesal dengan Agni semalam.Sepanjang Ify gobrol sama RIO,Rio ternyata tidak mendengarkan apa yang Ify gomong malah Rio asik lihat lekuk wajah Ify tanpa berkedip.Ify yang merasa di lihatin oleh Rio pun risih di perhatikan terus."Lo kenapa sih yo oarang lagi gomong lo malah liat gue kayak gue itu ada salah gomong aja.."ujar Ify yang kesal sendiri dan ternyata Rio tidak mendengar apa yang Ify gomong dari tadi.Ify pun mendapat idea yang jail untuk mengkerjakan sih Rio."RIOOOOOOO....BUK WINDA DATANGGGG...."teriak ify sekencang mungkin.Rio pun yang baru sadar pun langsung panik berlari ketempat duduknya dan dia baru sadar kalo dia dikerjakan oleh Ify."hahahahaha....lucu banget sih lo bila udah panik kayak gitu...hahahahaha sadar dong makanya orang lagi gomong jangan gelamun mulu...hahahaha"ketawa Ify pecah.Tapi Rio tidak sadar kalo dia di ketawakan.Ify berhenti ketawa dan melihat Rio sambung gelamun dan itu membuat Ify kesal sendiri."YOOOOOOOOO!!!!!!"teriak Ify tepat di kuping Rio,Rio pun sadar dari lamunanya."Apa-apaan sih lo...???"ucap Rio yang sudah kesal.Heyyy taukah Rio kalo dari tadi Ify gomong sama dia.Dan taukah Rio dari tadi Ify kesel sama Rio yang asik gelamun. Tapi Rio malah gelamun."Yo...gue yang seharusnya tanya lo, lo tu kenapa sih dari tadi gelamun mulu..??"tanya Ify yang penasaran."Gue teringat sahabat kecil gue.."jawab Rio dengan lesu.Ify jadi penasaran dia pun sambung bertanya kepada Rio."Namanya siapa Yo???"tanya Ify lagi."FIKAH.."jawab Rio mantab dan itu membuat Ify kaget sendiri.."Dulu dia panggil lo Adit kan..??"tanya Ify yang sedikit ragu + ketakutan."Kok lo tau kalo dulu gue Adit??"tanya Rio balik yang merasa heran bagaimana Ify orang yang baru dia kenal bisa tau nama lamanya 'Adit'.Ify sedikit tak percaya di hadapannya adalah Adit sahabat kecilnya."Yo lo pasti ada gelang yang Fikah kasi ke lo kan..??gelang pertanda persahabatan kalian..."tanya+ujar Ify yang benar takut sekarang."Lo tau darimana kalo dulu Fikah kasi gue gelang?? dan emang benar kok dia ada kasi gue gelang pertanda persahabatan...ni.."tanya Rio yang heran bagai mana Ify bisa tau semuanya.Dan Rio mengeluarkan gelang tersebut di hadapan Ify.Ify seketika kaget dan tak percaya kalo dihadapannya benar-benar Adit yang hilang begitu aja.Kelas semakin ramai dan itu tidak buat masalah kepada Ify dan Rio."Haiiii...lo berdua udah kenapa??berbincang gak ajak-ajak.."tanya Via yang baru sampai bersama-sama dua orang sahabat perempuan dan tiga sahabat lelaki."Tau nih.."ucap Gabriel.Seketika air mata Ify mengalir tanpa ketahuan sesiapa.Setelah Ify sadar Ify langsung keluar dari kelas dengan berlari sekencang mungkin.Yang lain semua kaget melihat tiba-tiba Ify lari keluar kelas begitu sahaja tanpa minta izin dengan rakan-rakan terdekatnya.Tidak mau tunggu lama teman-teman Ify dan Rio kejar Ify dan mereka berhenti di sebuah taman dan mereka melihat Ify manangis."GUE BENCI SAMA LO RIOOOOO...KENAPA LO GAK BILANG KALO LO ITU ADALAH ADIT..KENAPA LO DATANG DALAM HIDUP GUE SETELAH LO HILANG TANPA PAMIT DARI GUE...APA LO GAK PUAS HANCURIN GUE...BIKIN GUE TERPURUK SETELAH TAU LO NINGGALIN GUE TANPA PAMIT...KENAP LO HADIR DI HIDUP GUE...GUE BENCI SAMA LO RIOOOOO!!!!...AAAAAAAAAAAAAAAA!!!!..."teriak Ify sambil menangis sejadi-jadi tanpa henti dengan frustasi.Teman-teman Ify dan teman-teman Gabriel yang mendengarkannya tidak percaya terutama Rio yang baru tau kalo Ify adalah Fikah.Rio langsung berlari ke Ify dan peluk Ify dari belakang.Dan tentu saja yang lain tidak percaya apa yang dilakukan oleh Rio."Maafin gue Fikah gue tau gue salah gue tau gue udah hancurin hidup lo dan bikin lo terpuruk di dalam kamar...gue minta maaf..."ujar Rio yang berasa besalah terhadap sahabat kecilnya."Gue gak butuh maaf lo..gue benci sama lo...lepasin gue...!!"ucap Ify yang masih teriak dan menangis.Rio mengeratkan pelukkannya kerana dia sentiasa ingat kalo Fikah nangis dia juga harus nangis jika Fikah gembira dia juga ikut gembira dan kalo Fikah sakit dia juga ikut sakit."Gue gak mau lepasin lo...kerana gue ingin lo ada di dekat gue seperti waktu kecil kita bersama...gue minta maaf..."ujar Rio dengan rasa bersalahnya dan tanpa sadar Rio sudah menangis.Mereka berdua menangis sejadi-jadinya.Teman-teman terdekat mereka yang melihatnya pun tida tega melihat lagi-lagi Via yang paling dekat denga Ify tidak sanggup melihat Ify nangis ingin sekali iya berlari melepaskan pelukkan Ify dengan Rio dan bergantian dengannya tapi dia tidak bisa melakukannya kerana ini bukan urusannya.
<<<<<<<>>>>>>>
Esoknya Ify tidak hadir kesekolah dan hal itu membuat Rio merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya terhadap Ify waktu masa kecilnya dengan Ify dan tiba-tiba saja Rio hilang dan pergi tanpa pamit.
*BERSAMBUNG...*
Kenapa Rio pergi dan hilang tanpa pamit dari Ify??
Kenap Ify tidak hadir ke sekolah??
Di tunggu ya part selanjutnya..
gimana ceritanya hancur??gak bagus??ya gpp deh soalnya aq gak tau mau lanjut kayak gimana lagi...hehehehe wkwkwkwk...jgn lupa hantarkn komenter kalian di ruang yang disediakan.dan maaf jika ada tersalah tipe...
cek my twitter and facebook:_
twitter : @nhzieqahtj
facebook: Nurul Haziqah
Tiada ulasan:
Catat Ulasan