Rabu, 16 Disember 2015

I Love You More Than I Love Myself ( part 3 )

Langsung part 3...


   "Yo....Ify mana?"tanya Sivia kepada Rio.Rio hanya menggelengkan kepala nya menunjukkan dia tidak tahu."Terus lo gak nanya Ify dia masuk apa gak?"tanya Sivia lagi.Dan lagi Rio menggelengkan kepalanya."Bukannya lo berdua berteman sejak kecil lagi?"tanya Sivia lagi dan lagi.Kali ini Rio menganggukan kepalanya ertinya dia meniyakan ucapan Sivi."Lo sama dia berantem?"Rio mengangkat bahunya menandakan dia tidak tahu.Sivia yang merasa sebel dengan jawaban Rio yang dari tadi cuma geleng, anguk dan angkat bahu itu aja."Terus lo apa dong masa dari tadi lo cuma kasi jawaban lo ke gue dengan cara anguk,geleng dan angkat bahu...itu aja yang gue dapat dari lo...lo kenapa sih baru juga 2 3 hari disin jadi muram...apa lo gak suka sekolah disini?"tanya+ujar Sivia yang kesel kerna dari tadi soalannya gak dijawab mengunakn suara."hai...Vi Yo..."sapa Agni dan Shilla berbareng."Lo kenapa Vi...??"tanya Alvin yang datang bareng Sivia, Shilla, Iel dan Cakka."Lo tanya aja sama cowo yang gak punya suara ni..."ujar sivia sambil nangis.

"Lo kenapa bro?"tanya Cakka."Gue kangen Fikah..."jawab Rio yang sedang lesu."Maksud lo Ify?"tanya Cakka untuk memastikan betul atau saolah."Iya.."jawab Rio lagi."Gimana kalo kita kerumahnya mau gak?"saran Alvin kepada teman-temannya dan dapat angukkan dari yang lain tapi tidak dengn Rio."Yo lo mau gak?"tanya Gabriel."Gue gak tau kalo dia masih mau ketemu gue..."ujar Rio lesu."Gue pasti dia pasti mau ketemu lo.."ucap Cakka yang beri semangat kepada sahabat lamanya Rio."Yaudah deh pulang sekolah nanti kita berangkat.."ujar Rio yang tetap masih lesu.

Alvin,Gabriel dan Cakka datang ketempat duduk Agni,Sivia dan Shilla."Hai...cantik kenapa nangis?kamu ingatkan dengan janji kita..kalo kamu nangis cuma gak dapat jawaban dari Rio mending kita..."ucapan Alvin langsung terpotong dengan ucapan Gabriel."Lo apa-apaan sih ancam cewek lo sendiri..kasian tau dari semalam nangis."ujar Gabriel yang memang tak suka dengan ancaman sahabatnya ini."hihihihihi...sorry2 maaf ya cantik...oh iya kalian mau gak ikut kita berempat pergi rumah Ify selepas tamat jam sekolah?"saran Alvin kepada Sivia, Shilla dan Agni."MAUUUU!!!"seru Shilla dan Sivia."Bila dengar mau ke rumah Ify aja langsung gak nangis ya...dasar..."sindir Alvin yang lang sunng cubit hidung Svia yang gemes."Hiihihihi maappp.."ucap Sivia."Gue gak akan ikut kalo lo ikut..."ucap Agni sambil menunjuk Cakka."Lo kenapa hah??masih cemburu sama gue?? lo dengar ya mulai sekarang lo sama gue bukan lagi sahabat dan bukan lagi pacaran..kita putus.."ucap Cakka yang langsung menengking Agni."Perduli apa gue..bukannya kita emang udah putus hah???dan gapain lo datang dalam hidup gue dan hancurin hidup gue kayak Rio dantang dan hancurin Ify sahabat gue...kenapa lo gak aja sekalian bawa pacar lo yang sih siapa tu Oik ya namanya kalo elo mau sekolah sini...lo dengar ya gue itu udah bahagia sama teman-teman gue dan gara-gara lo gue jadi emosi sama temen-temen gue..."ucap Agni yang balas ucapan Cakka dengan cara menengking."Lo ya...."ucapan Cakka terpotong dengan ucapan Gabriel."Lo berdua kenapa sih??emang lo berdua saling kenal dulu dari kita??dan sejak kapan lo berdua pacaran??"tanya Gabriel kepada Cakka dan Agni."Dia pacar gue dulu dan sekarang gak lagi kerna dia selingkuhan sama gue...dan kita udah kenal sejak kecil lagi...emang kenapa ada urusan sama lo.??"ujar Agni yang sudah menahan emosinya."Itu emang bukan urusan kita tapi bisa gak sih lo berdua damai dari kemaren ribet aja mulu..."ujar Alvin yang sambung ucapan Gabriel barusan."Terusn mau lo apa hah??"tanya Agni yang udah mulai garang."Kan gue udah bilang mau gue lo berdua itu damai..dan kita mau loberdua kembali menjadi status pacaran..dan sahabat..eh..maksud gue lebih dari sahabat..gitu..."ujar Alvin."Udahlh Ag...maafin Cakka lah...dan Cak lo maafin Agni.."ucap Shilla kepada kedua sahabatnya.Tapi memang benar juga dengan apa yang mereka semua gomong."Ag maafin aku ya...aku tau kok aku udah sakitin hati lo dan aku benar-benar gak sadar yang tadi aku menengking kamu...maafin aku ya...kamu mau gak jadi pacar aku semula..."ujar Cakka yang merasa bersalah dan terus nembak Agni sekali lagi tapi didalam kelas.Dan acara itu membuat semua siswa/i melihat Cakka nembak Agni setelah sekian lama mereka putus."Aku juga minta maaf ya Cak udah bikin kamu ikut menegking aku...ak mau kok balik lagi ke kamu aku mau jadi pacar kamu semula.."ucap Agni yang tidak sadar kalo udah hampir satu kelas melihat mereka berdua."Makasi ag gue sayang banget sama lo..."ucap Cakka dan langsung memeluk Agni."Weyyy teman-teman....siapa di sini ada jual kacang..."teriak Sivia, Shilla, Gabriel dan Alvin berbareng."eh...maap-maap hehehe"ucap Agni dan Cakka yang merasa malu dengan sahabatnya.

<<<<<<<>>>>>>

     Bel pulang sekolah udah dengar dari tadi dan membuat semua siswa/i berhamburan keluar dari kelas trmasuk Cakka dkk dan Agni dkk tanpa Ify.

merek bertujuh menuju ke parkiran.Rencananya mau ke rumah Ify tapi empat mereka semua tidak tahu rumah Ify dimana terkecuali Rio."Ehh...bentar-bentar...rumah Ify dimana?"tanya Sivia.Ya Sivia, Shilla dan Agni tidak pernah berkunjung ke rumah Ify."Gue tau kok rumah Ify dimana...:ujar Rio dan mereka langsung naik ke motor sport masing-masing.Agni naik motor bersama Cakka, Shilla bersama Gabriel dan Sivia bersama Alvin.Rio hanya bersendirian.Mereka semua pergi kerumah Ify dan mereka memberhentikan motor mereka tepat didepan pagar rumah Ify yang menjulang tinggi.Mereka semua kaget melihat rumah Ify yang bagai istana bahkan rumah Ify lebih besar dari ruma mereka semua.Tapi Rio tidak sama sekali kaget kerana dia udah tau rumah Ify lebih lama.

"Asalammualaikum tante Gina.."ucap Rio yang sudah nampak tante Gina sedang memotong daun."Ehh...nak Adit...nak Adit mau ketemu Fikah ya...??"tanya tante Gina mamanya Ify.Tante Gina kalo bersama Rio pasti akan menyebut nama waktu mereka kecil 'Adit & Fikah'"Iya tan Fikahnya ada gak tan??"tanya Rio kepada mama Ify."Ada kok didalam kamar harini Fikahnya gak masuk sekolah soalnya dia sakit dari semalam gak mau makan tante juga takut lihat Fikah kayak gitu...apa kalian sudah ingat kembali masa lalu?"ujar+tanya tante Gina dan membuat semua kaget.'apa Ify sakit..dari semalam gak makan'."Iya tan kita udah ingat masa lalu bahkan semalam Fikah marah sama Adit gara-gara Adit balik lagi ke Jakarta dan balik lagi ke hidup Fikah...maafin Adit ya tan udah bikin Fikah kayak gini..."ujar Rio yang udah lesu."Udah gpp tante gak marah kok...mungkin Fikah cuma shok aja lihat kamu...yaudah kalian semua naik aja kekamar Fika eh..maksud tante Ify.."ujar tante Gina.

Setelah sampai di depan pintu kamar Ify, merka semua tidak langsung masuk bahkan mereka berpandang-pandang satu sama lain.Mereka bingung mau masuk atau tidak, sampai ada sebuah suara yang membuat mereka semua mengarahkan pandang mereka ke orang tersebut dan bertapa kagetnya mereka melihat ada seseorang yang baru sahaja keluar dari kamar Ify bahkan orang tersebut adalah cowok.

"Gapain lo semua ke sini??dan siapa lo semua??oh iya gapain lo datang ke sini Mario Stevano Aditya Haling atau bisa di sapa Adit..."ujar cowok tersebut dan sengaja mengucapkan nama panjang Rio dan menguncapkan nama lama Rio."Seharusnya gue yang tanya ke elo gapain lo kesini DEBO ANDRYOS ARIANTO..."balas Rio yang ikut memanjangkan dan menekankan nama cowok tersebut ternyata Debo."Gue kesini mau rawat pacar gue kenapa??ada urusan sama lo??"tanya+ujar Debo kepada Rio dan ucapan Debo barusan membuat semua kaget termasuk Rio.Apa Debo adalah pacar Ify??sejak kapan?? batin Rio dalam hati."Kenapa kaget bila lo baru tau kalo gue pacarnya Ify..?"tanya Debo yang sengaja membuat Rio marah."Kita datang sini cuma mau rawat sahabat kita dan sahabat kecil gue itu aja dan gak lebih dari itu.."ucap Rio dengan nada sinis dan mendapat angukan dari teman-temannya."Oke...losemua bisa rawat Ify tapi gue tetap harus ikut rawat Ify supaya orang sejahat lo gak sakitin Ify lagi.."ucap Debo dengan nada sinis.Yang lain hanya mengangukkan kepala termasuk Rio."Oke.."ucap Rio dan masuk terlebih dahulu baru Debo dan akhir sekali teman-teman Rio.

"Haii.. Fikah.."sapa Rio dengan ramah.Ify tidak membalas sapaan Rio malah bertanya kepada Rio."Gapain lo kesini..??dan Fikah udah mati.."tanya+ujar Ify dengan nada sinis."Kita kesini mau rawat lo aja Fy soalnya kita kangen sama lo.."ucap Agni kepada Ify dan mendekat ke Ify dan langsung memeluk Ify."Gue gak mau lo semua kesini gue masih mau bersendirian."ucapa Ify dengan nada tak suka."Fy gue mau nanya lo benaran pacaran sama Debo??"bisik Rio ke Ify."Emang benar.. kenapa??cemburu??dia pacaran sama gue sejak lo hilang dan dia yang buat gue jadi seperti semula dan dia yang temanin gue hantar gue pulang dan segalanya dan akhirnya gue terima dia jadi pacar gue saat dia menyatakan cinta ke gue...kenapa gak percaya??tanya aja sama nyokap bokap gue..."ujar Ify dan membuat semua yang ada di dalam kamar Ify kaget terkecuali Debo kerana Debo adalah pacarnya Ify."Gpp sih Fy...oh yaudah kita pulang dulu ya Fy..."ucap Alvin kepada Ify dan semua yang ada di dalam kamar Ify langsung keluar terkecuali Ify dan Debo.

Rio dkk dan Agni dkk langsung ketemu sama nyokap Ify untuk menanyakan apa benar Debo adalah pacar ify."Tante Gina.."panggil Rio.Gina yang merasa namanya dipanggil pun mengarahkan pandang ke sumber suara dan di dapat melihat siapa yang barusan memnaggil dia."Eh..Adit ada apa??udah ketemu Fikah??"tanya tante Gina."Tante panggil Rio aja deh tan gak usah panggil Adit lagi..udah kok tante.."ucap Rio dengan sopan."Oh..yaudah..."ucap Tante Gina."Tan kalo Rio mau nanya sesuatu bisa gak tan?"tanya Rio untuk miinta persetujuan dari tante Gina untuk Rio menanyakan kepadanya."Tanya aja.."ucap tante Gina sambil tersenyum.."Debo benaran ya pacar Ify sejak kecil lagi ya tante..sejak Rio tinggali Ify??"tanya Rio agak ragu juga untuk menanyakan tentang itu."Iya Debo emang pacarnya Ify sejak kamu tinggalin Ify debo lah yang temanin Ify jagain Ify hantar Ify pulang dan akhirnya Deno nyatain cinta dia buat Ify dan Ify dengan senang hati terima Debo.."jelas tante Gina panjang lebar.Yang lain semua menatap tante Gina tak percaya."Yaudah deh tan kita pulang dulu ya tan...sampain salam kita buat Ify vs Fikah..."ujar Cakka dan merka semua keluar dari ruma Ify.Cakka, Alvin dan Gabriel langsung menghantarkan pacar masing-masing kerumahnya dan Rio langsung kerumahnya.

"Rio pulang..."ucap Rio dengan lesu.Mama dan papa Rio yang melihat anaknya seperti itu pun menanyakan kepada Rio."Kamu kenapa sayang dan kamu dari mana aja??"tanya mama Rio."Rio barusan dari ruma Ify dan mama dan papa tak pernah bilang kalo mama sama papa sengaja gak kasih tau Rio kalo ify adalah Fikah dan gara-gara kalian Ify marah sama Rio.."ucap Rio dan langsung ke kamarnya di lantai dua.Mama dan papa Rio langsung kaget dengan jawaban Rio barusan.'Apa Ify marah sama Rio??dan mereka beerdua sudah tau siapa Adit & Fikah' banyak pertanyaan yang ingin mama dan papa Rio lontarkan tapi tidak jadi kerana masing-masing sibuk denga pikiran masing-masing.

*BERSAMBUNG...*

gimana??hancur??gak seru??ya gpp deh, maaf jika ada tersalah tipe...dan sila hantarkan komenter kalian di ruangan yang disediankan...

cek my twitter and facebook:_

twitter     : @nhzieqahtj
facebook : Nurul Haziqah

Tiada ulasan:

Catat Ulasan